Ayo Sinau Bareng
Selasa, 26 Desember 2017
Senin, 25 Desember 2017
Kepribadian Nabi Muhammad SAW
Kepribadian Nabi Muhammad Saw
A. Nabi muhammad saw sebagai Rahmat bagi Seluruh Alam
Nabi Muhammad saw. merupakan seorang yang sopan dan santun dalam bertutur kata. Beliau jujur dan tidak pernah berdusta serta luhur budi pekertinya. Beliau tidak pernah membeda-bedakankan atau memandang seseorang dari status sosial, warna kulit, suku bangsa atau golongan. Beliau selalu berbuat baik kepada siapa saja bahkan kepada orang jahat atau orang yang tidak baik kepadanya. Nabi Muhammad saw. mempunyai perilaku dan akhlak yang sangat mulia. Beliau memiliki budi pekerti yang agung. Seperti tersebut dalam firman Allah Surat al-Qalam/68:4.
“Dan sesungguhnya engkau benar-benar, berbudi pekerti yang luhur.”(Qs. Al-Qalam/68:4)
Ketika kaum kafir Quraisy menuduhnya gila, beliau tidak marah beliau tetap teguh, tenang dan sabar. Beliau berhasil dalam berdakwah karena mampu menahan diri ketika menerima celaan dan makian dari kaum kafir Quraisy. Allah swt. telah mengutamakan dan menyempurnakan sifat dalam diri Nabi Muhammad saw.. Sehingga beliau pantas menjadi teladan semua umat manusia. Nabi Muhammad saw. telah terbiasa santun dalam menyampaikan kebenaran.
Apa yang dapat kita teladani dari kepribadian Nabi Muhammad saw ?
- Pertama; santun dalam bicara
Dalam tutur kata Nabi Muhammad saw. Selalu mengedepankan kefasihan dan keindahan. Tidak berbicara spontan namun penuh dengan persiapan. Nabi Muhammad saw. terkenal sebagai orang yang paling fasih bahasanya, baik ucapannya dan teratur penjelasannya.
- Kedua; santun dalam perbuatan
Nabi Muhammad saw. selalu mengajarkan agar kita bersikap santun terhadap sesama, saling menghormati dan mengasihi. Beliau mengajarkan kepada kita untuk memperbanyak sedekah dan membantu terhadap orang yang sedang mengalami kesulitan serta peduli terhadap penderitaan anak yatim piatu, para janda yang lemah, dan orang-orang miskin.
- Ketiga; santun dalam pengambilan keputusan
Dalam pengambilan keputusan Nabi Muhammad saw. berpegang teguh pada petunjuk dari Allah swt. Beliau tidak pernah salah dalam menentukan sikap karena beliau adalah orang yang bijaksana dalam segala hal.
- Keempat; santun ketika berhadapan dengan orang yang membencinya
Meskipun Nabi Muhammad saw. selalu dihina, dicemooh, dicaci-maki, dianggap sebagai orang gila, dilempari kotoran, berulang kali ingin dibunuh, namun beliau tetap pemaaf, tidak pernah ada dendam dalam diri beliau.
Sifat-sifat mulia apa saja yang wajib dimiliki Nabi Muhammad saw. ?
- Pertama Siddiq
Siddiq artinya jujur dan benar. Nabi Muhammad saw memiliki sifat yang jujur dan benar dalam setiap kata dan perbuatan. Sehingga Nabi Muhammad saw. mustahil bersifat kizif yang berarti berdusta.
- Kedua Amanah
Amanah artinya terpercaya. Jika satu urusan diserahkan kepadanya, niscaya orang percaya bahwa urusan itu akan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Oleh kerana itulah masyarakat Makkah memberi gelaran kepada Nabi Muhammad dengan gelaran Al-Amin yang bermaksud jujur dan terpercaya, jauh sebelum beliau diangkat jadi seorang Rasul. Nabi Muhammad saw. Mustahil bersifat khianat yang artinya menghianati amanah yang dipercayakan kepadanya. - Ketiga Tablig
Tabligh artinya menyampaikan. Seorang Nabi dan Rasul berkewajiban menyampaikan perintah dan larangan Allah swt. Maka mustahil bersifat kitman atau menyembunyikan pesan Allah.
Keempat Fatonah
Fathonah artinya bijaksana dan cerdas. Mustahil bagi seseorang Rasul itu bersifat baladah atau bodoh.
Fathonah artinya bijaksana dan cerdas. Mustahil bagi seseorang Rasul itu bersifat baladah atau bodoh.
Zakat
ZAKAT
- Pengertian dan hukum zakat
Zakat menurut bahasa adalah tumbuh, berkembang.
Menurut istilah zakat adalah kewajiban pada harta tertentu untuk diberikan kepada orang yang berhak menerimanya dengan ketentuan dan waktu tertentu. Hukum mengeluarkan zakat adalah fardhu ‘ain sebagaimana Firman Allah Swt:
وَأَقِيمُوْا الصَّلَوةَ وَءَاتُوا الزَّكَوةَ وَارْكَعُوْا مَعَ الرَّاكِعِيْنَ .البقرة:٤٣
اِنَّ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا وَعَمِلُواالصّلِحتِ وَأَقامُوْاالصَّلوةَ وَءَاتُوْا الزَّكَوةَ لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلاَخَوفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُوْنَ. .البقرة:٢٧٧
Dan laksanakanlah shalat,tunaikanlah zakat dan rukuklah beserta orang orang yang rukuk. Sungguh orang orang yang beriman, mengerjakan kebajikan, melaksanakan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi tuhanya . tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati
- Macam-macam zakat
- Zakat fitrah, yaitu zakat yang wajib dikeluarkan muslim menjelang Idul Fitri pada bulan Ramadlan. Besar zakat ini setara dengan 2,5 kilogram makanan pokok yang ada di daerah bersangkutan
- Zakat harta mencakup hasil perniagaan, pertanian, pertambangan, hasillaut, hasilternak, hartatemuan, emas dan perak serta hasil kerja (profesi). Masing-masing tipe memiliki perhitungannya sendiri-sendiri.
- Pengertian dan Hukum Zakat Fitrah
Fitrah secara bahasa berarti bersih atau suci. Menurut istilah zakat fitrah adalah sejumlah harta berupa makanan pokok yang wajib dikeluarkan oleh seorang muslim menjelang hari Idul Fitri dengan tujuan membersihkan jiwa dengan syarat tertentu dan rukun tertentu. Melaksanakan zakat fitrah hukumnya fardhu ‘ain atau wajib atas setiap muslim dan muslimah..
- Rukun zakat fitrah
- Niat
- Ada pemberi zakat fitrah (muzaki)
- Ada penerima zakat fitrah (mustahik)
- Ada barang atau makanan pokok yang dizakatkan.
- Syarat wajib zakat fitrah
- Islam
- Masih hidup pada waktu terbenam matahari pada malam hari raya Idul Fitri.
- Mempunyai kelebihan makanan, baik untuk dirinya maupun keluarga.
- Berupa makanan pokok penduduk setempat
- Tata cara zakat fitrah
- Ukuran zakat fitrah
Benda yang dapat dipergunakan untuk membayar zakat fitrah adalah bahan makanan pokok daerah setempat. Sebagai contoh daerah yang makanan pokoknya beras, maka membayar zakat fitrah adalah beras. Sedangkan ukurannya adalah setara dengan 3,1 liter atau 2,5 kg beras. Tetapi dapat juga diganti dengan uang yang besarnya sama dengan harga beras.
- Waktu mengeluarkan zakat fitrah
- Waktu yang diperbolehkan, yaitu sejak awal bulan Ramadhan sampai akhir bulan Ramadhan.
- Waktu yang diutamakan, yaitu mulai terbenam matahari pada akhir bulan Ramadhan.
- Waktu yang lebih baik, yaitu dilaksanakan setelah sholat subuh sebelum pergi melaksanakan shalat Idul Fitri.
- Waktu yang tidak diperbolehkan, yaitu membayar zakat fitrah setelah shalat Idul Fitri, karena dianggap sebagai shadaqah biasa.
- Mustahik zakat fitrah
Menurut pendapat ulama yang kuat, mustahik zakat fitrah hanya 2 golongan, yaitu fakir miskin yang tidak mempunyai harta dan tidak mampu berusaha/ bekerja mencari nafkah. Sedangkan menurut jumhur ulama, zakat fitrah termasuk zakat mal, oleh karena itu sistem penyalurannya mengikuti zakat maal sehingga yang berhak menerimanya adalah 8 golongan.
- Akibat orang yang tidak mengeluarkan zakat fitrah
- Mendapatkan dosa, karena zakat fitrah hukumnya wajib.
- Puasa ramadhan yang dilaksanakan tidak sempurna
- Menjadi orang yang tidak pandai bersyukur.
- Memakan hak/ bagian orang lain
- Membentuk sifat kikir dan bakhil dalam dirinya.
- Disempitkan rizkinya.
- Pengertian zakat maal
Zakat maal adalah mengeluarkan sebagian harta yang dimiliki seseorang karena sudah nishab (batasan jumlah harta) dan haul (batasan waktu memiliki harta) sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Tujuan utama zakat maal adalah untuk membersihkan harta yang dimiliki seseorang.
Firman Allah Swt
خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَـةً تُطَـهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيْهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ اِنَّ صَلاَتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ وَاللهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ. (التوبة: ١٠٣)
Dari ayat di atas diketahui bahwa zakat memiliki fungsi :
- Membersihkan manusia dari kekikiran dan cinta yang berlebih-lebihan kepada harta benda.
- Menyuburkan sifat-sifat kebaikan dalam hati manusia.
- Memperkembangkan harta benda.
- Rukun zakat maal
Zakat maal wajib dikeluarkan apabila telah terpenuhi rukunnya, yaitu:
- Niat
- Pemberi zakat (muzaki)
- Penerima zakat (mustahik)
- Harta yang dizakatkan
- Syarat wajib zakat maal
- Islam
- Berakal sehat
- Merdeka
- Milik sendiri dan berkuasa penuh menggunakannya.
- Mencapai nishab.
- Mencapai satu tahun (al-haul)
- Harta yang wajib dizakati
- Binatang ternak
- Emas, perak dan uang
- Hasil pertanian dan buah-buahan
- Rikaz (temuan)
- Harta perniagaan
- Penghasilan dan profesi
- Akibat buruk orang yang tidak mengeluarkan zakat maal :
- Berdosa besar
- Tercela dalam pandangan Allah dan sesama manusia.
- Terancam dengan siksa neraka.
- Mustahik zakat maal (harta)
Mustahik zakat adalah orang-orang yang berhak menerima zakat, baik zakat fitrah maupun zakat maal. Orang yang berhak menerima zakat dibagi menjadi delapan golongan.
Menurut ayat di atas mustahik zakat harta ada 8 golongan yaitu :
- Fakiradalah orang yang tidak mempunyai harta dan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
- Miskin adalah orang yang mempunyai penghasilan tetapi tidak mencukupi kebutuhan hidupnya
- Amil yaitu orang yang mengumpulkan, mengelola dan membagikan zakat
- Muallaf adalah orang yang baru masuk Islam
- Riqob adalah orang yang dirampas hak kebebasannya (hamba sahaya/ budak)
- Ghorim yaitu orang muslim yang terjerat hutang sedang mereka tidak mampu membayarnya
- Sabilillah adalah orang yang berjuang di jalan Allah
- Ibnu sabil yaitu orang yang sedang dalam perjalanan demi tugas agama
Bilangan Bulat
Mengenal Bilangan Bulat

Mengenal bilangan bulat positif dan Negatif
Seperti yang kita ketahui bilangan bulat terdiri dari bilangan positif dan negatif dan nol, bilangan positif yaitu bilangan-bilangan 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7 dan seterusnya disebut juga bilangan cacah dan bilangan asli 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7 jadi bilangan cacah merupakan gabungan dari bilangan nol dan bilangan asli. Sehingga bilangan positif yaitu bilangan asli.

Dan lawan dari bilangan asli yaitu bilangan negatif. Jadi dapat disimpulkan Bilangan Bulat adalah Bilangan Nol, Bilangan asli/Positif dan Lawan dari bilangan Positif yaitu Bilangan Negatif. Perhatikan garis bilangan berikut ini.

Membaca dan Menulis Lambang Bilangan Bulat
Setelah kita mengetahui bilangan positif dan bilangan negatif , sekarang kita akan membaca dan menuliskan bilangan tersebut. mari kita bahas lebih lanjut. Bilangan asli disebut juga bilangan bulat positif sudah kita ketahui. Dan untuk bilangan negatif cara membacanya dengan menyebutkan Negatif di depan bilangannya. Berikut Cara menulis dan membacanya.
Contoh:
5 dibaca lima
-5 dibaca Negatif lima
Delapan Puluh tiga ditulis 83 dan,
Negatif Delapan Pulih Tiga ditulis -83
Berikut cara membaca dan memulis bilangan bulat positif dan negatif.
Baca Juga : Penggunaan Keliling dan Luas
Penggunaan Bilangan Bulat Negatif
Dalam kehidupan sehari-hari sering kali kita mendengar kalimat-kalimat berikut ini :
1. Tempratur kulkas dibawah 2 derajar calcius dibawah Nol
2. Penyelam itu berada 5 m dibawah permukaan laut
3. Ibu mengalami kerugian sebesar dua ratus ribu rupiah
dari kalimat diatas, terdapat bilangan-bilangan yang dapat kita tuliskan dengan bilangan bulat negatif.
jadi,
1. Tempratur kulkas 2 derajat calcius dibawah nol dapat kita tullis -2 derajat calcius
2. Penyelam itu berada 5 m dibawah permukaan laut ditulis -5
3. Ibu mengalami kerugian sebesar dua ratus ribu rupiah dapat kita tulis - 200.000 rupiah
Berikut beberapa contoh penggunaan bilangan bulat negatif dalamm kehidupan sehari-hari.
Membandingkan dan Mengurutkan bilangan Bulat
Dari pembahasan diatas kita telah mengetahui bahwa bilangan negatif lebih kecil dari nol. perhatikan garis bilangan berikut.

Jika kita perhatikan garis bilangan diatas maka dapat kita simpulkan bahwa semakin kekanan nilai bilangan semakin besar nilainya sebaliknya semakin kekiri nilai bilangan semakin kecil nilainya. Bilangan bulatdapat kita bandingkan dengan melihat angka kiri dan kanan dengan tanda lebih besar ( > ) atau lebih kecil ( < )
Contoh :
1. 1 > - 6
2. 5 < 6
3. - 4 > - 6
4. 0 > - 1
jika kita telah mengetahui cara membandingkan bilangan bulat, tentu kita juga bisa mengurutkan bilangan bulat tersebut untuk lebih memahami dan membantu kita mengurutkan bilangan bulat perhatikan contoh berikut :
Contoh :
Urutkan Bilangan Bulat Berikut ini
-5, 1, -1, 0, -3, -4, -2
Untuk membantu menjawab contoh berikut kita dapat menggunakan garis bilangan.

Urutan dari bilangan terkecil adalah
-5, -4, -3, -2, -1, 0, 1
Urutan bilangan dari yang paling besar adalah
1, 0, -1, -2, -3, -4, -5
Selesai Mudah Bukan ?
Demikian Materi tentang Bilangan Bulat Semoga bermanfaat Untuk Kita semua. Tetap Semangat
Surat Al Qari'ah
Surat Al-Qariah
BACAAN SURAT AL-QARIAH
Arti Surat Al-Qariah
1. Hari Kiamat,
2. Apakah hari kiamat itu? Tahukah kamu apakah hari Kiamat itu?
3. Pada hari itu manusia seperti anai-anai yang bertebaran,
4. dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan.
5. Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan) nya,
6. maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan.
7. Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan) nya,
8. maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah.
9. Dan tahukah kamu apakah neraka hawiyah itu? (Yaitu) api yang sangat panas
Pengertian Surat Al-Qariah
Surah Al-Qariah adalah surah ke-101 dalam Al-Qur'an. Surah ini terdiri atas 11 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyyah, diturunkan sesudah surah Quraisy. Nama Al-Qari'ah diambil dari kata Al-Qari'ah yang terdapat pada ayat pertama, artinya mengebrak atau menguncang, kemudian kata ini dipakai untuk nama hari kiamat. Pokok isi surah ini adalah kejadian-kejadian pada hari kiamat, yaitu manusia bertebaran, gunung berhamburan, amal perbuatan manusia ditimbang dan ancaman Neraka Hawiyah.
Surat ini dinamakan dengan Al Qari’ah karena dimulai dengan kata Al Qari’ah untuk membuat mengerikan dan memberi rasa takut sebagaimana surat Al Haqqah dan Al Ghasyiyah di awali dengan kedua kata itu. Karena surat ini mengetuk hati dengan keras hingga mengagetkannya dengan keadaan mengerikan.
Tatkala surat yang lalu ditutup dengan gambaran hari kiamat pada firman Allah Ta’ala :
أَفَلَا يَعْلَمُ إِذَا بُعْثِرَ مَا فِي الْقُبُورِ , وَحُصِّلَ مَا فِي الصُّدُورِ , إِنَّ رَبَّهُم بِهِمْ يَوْمَئِذٍ لَّخَبِيرٌ
“maka apakah dia tidak mengetahui jika dibangkitkan apa yang di dalam kubur. Dan dilahirkan apa yang ada di dalam dada. Sesungguhnya Tuhan mereka pada hari itu Maha Mengetahui tentang diri mereka”
Surat ini termasuk Makkiyyah. Temanya adalah pemberi tahuan tentang sebagian kejadian hari kiamat yang mengerikan yang mengerikan dan membua takut pada kejadian itu.
Penjelasan kosa kata
الْقَارِعَةُ
“Al Qari’ah”
Salah satu nama hari kiamat, karena dia mengetuk dengan keras hati dan pendengaran dengan kejadiannya yang mengerikan dan mengagetkan. Dari kata Qara’ yang berarti memukul dengan keras.
وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْقَارِعَةُ
“Taukah kamu apakah Al Qari’ah itu”
Pertanyaan ini untuk membuat takut, karena ia adalah sesuatu yang tidak diketahui keadaanya. Allah Ta’ala mengulangi pertanyaan seperti itu sebagai tambahan tentang teramat sangatnya rasa takut saat itu.
الْمَبْثُوثِ كَالْفَرَاشِ
“Anai – anai yang bertebaran”
Ia adalah binatang terbang yang bodoh yang berjatuhan ke dalam api
الْمَبْثُوثِ
“Bertebaran”
Yang tersebar terpisah – terpisah dalam jumlah yang banyak, ke sana-sini, dalam keadaan hina, saling menabrak, meraka saling berlari dan saling menginjak karena bingung.
وَتَكُونُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنفُوشِ
“Dan gunung – gunung seperti kapas yang terbusar”
Dalam keadaannya yang sangat mudah diterbangakan dan berhamburan menjadi rata dengan tanah.
ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ
“Berat timbangannya”
Lebih berat kebaikannya dibandingkan dengan keburukannya.
فَهُوَ فِي عِيشَةٍ رَّاضِيَةٍ
“Maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan”
Yang di sukai olehnya penghuninya yaitu surga
خَفَّتْ مَوَازِينُهُ
“Ringan timbangannya”
Dimana keburukannya lebih berat dari kebaikannya.
فَأُمُّهُ هَاوِيَةٌ
“Maka ibunya adalah Hawiyah”
Maka rumah dan tempat tinggal yang dia tempati adalah neraka jahannam.
وَمَا أَدْرَاكَ
“Dan tahukah kamu”
Apa yang engkau ketahui..? pertanyaan ini untuk membuat takut.
مَا هِيَهْ
“Apakah Hawiyah itu”
Salah satu nama neraka jahannam
نَارٌ حَامِيَةٌ
“Dia adalah api yang sangat panas”
Telah tersebut di dalam sunnah, hadist – hadist tentang sifat neraka. Diantaranya hadist oleh Bukhary, Muslim, Malik, dan sebagainya :
Dari Abu Hurairah bahwa nabi bersabda :
“Sesungguhnya api manusia yang kalian nyalakan hanya satu dari tujuh puluh bagian api neraka. Para sahabat berkata : ‘wahai Rasulullah ! andaikan itupun (api dunia yang sepertujuh puluh), maka juga sudah cukup’. Maka Rasul menegaskan : ‘ dia (api neraka melebihnya (api dunia) sebanyak enampuluh Sembilan kali lipat’ “
Imam At Turmudzy dan Ibnu Majah meriwayatkan dari hadist Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasul bersabda :
“ Neraka dinyalakan seribu tahun hingga merah, lalu dinyalakan seribu tahun hingga putih, lalu dinyalakan seribu tahun hingga hitam, dia (neraka) itu hitam gelap”.
Makna surat.
Surat ini mengandung akidah ( keyakinan) tentang kebangkitan dan balasan yang di dustakan dan sangat di ingkari oleh kaum musyrikin. Maka Allah mengabarkan kepada kita tentang hari kiamat yang mengagetkan manusia dengan kejadiannya yang mengerikan dan dahsyat yang berlangsung ketika itu. Dimana manusia bagai anai – anai yang bertebaran dalam satu gabungan yang saling menginjak dan tidak mengetahui jalan.
Dan gunung – gunung walau begitu kokoh, tinggi dan besarnya namun ia berbagaikan kapas yang dibusar dengan pembusar terbang kesana kesini secara berhamburan. Setelah semua selesai, mereka dibawa mereka hingga berada di hadapan Rabbnya untuk perhitungan dan pembalasan amal mereka.
Maka barang siapa yang lebih berat kebaikannya atas keburukanya, maka dia selamat dari api neraka dan berada dalam kehidupan yang memuaskan. Namun begitu juga sebaliknya, akan lemparkan ke neraka Hawiyah dengan posisi kepala berada di bawah. Hawiyah adalah api yang sangat panas yang tidak lebih panas darinya. Dia (Hawiyah) adalah tempat kebinasaan dan kerugian. Semoga Allah Ta’ala memelihara kita.
Faedah
1. Penetapan akidah tentang kebangkitan dan balasan dengan menyebutkan sebagian gambarannya.
2. Peringatan dari kejadian mengerikan pada hari kiamat dan adzab Allah yang ada padannya.
3. Penetapan akidah tentang penimbangan amal shaleh dan keburukan serta balasannya.
4. Penetapan bahwa manusia pada hari kiamat terbagi menjadi dua kelompok di neraka sesuai dengan perbuatan mereka. satu kelompok di Surga dan satu kelompok di neraka
Beriman Kepada Malaikat Allah
IMAN KEPADA MALAIKAT
1. PENGERTIAN IMAN KEPADA MALAIKAT
Iman kepada Malaikat merupakan rukun iman yang kedua, sehingga pembahasan dalam bab ini merupakan kelanjutan dari rukun iman kepada Allah sebagai rukun iman yang pertama. Iman kepada Malaikat itu sendiri mengandung makna bahwa kita harus percaya dan yakin dengan sepenuh hati bahwa Malaikat diciptakan dari cahaya (nur) yang diberi tugas oleh Allah dan melaksanakan tugas-tugas tersebut sebagaimana perintah-Nya. Indikator dari orang beriman adalah memiliki keyakinan yang kuat dalam hatinya bahwa di alam semesta ini terdapat Malaikat dan keyakinan tersebut diucapkan melalui lisannya. Wujud kongkrit dari iman tersebut adalah dibuktikan seorang muslim dalam perbuatan sehari-harinya.
Sebagai orang yang beriman kepada Allah, tentu akan beriman pula kepada para Malaikat. Hal ini merupakan konsekuensi logis karena Malaikat merupakan salah satu ciptaan-Nya yang harus diyakini eksistensinya dalam alam semesta ini.
Malaikat adalah ciptaan Allah yang berasal dari cahaya (nur) dan senantiasa mengabdi kepada Allah serta tidak pernah berbuat maksiat kepada-Nya. Malaikat ini merupakan makhluk Allah yang selalu melaksanakan tugas-tugas yang diberikan kepada mereka dengan penuh ketaatan, bahkan malaikat juga bersujud kepada manusia, berbeda dengan iblis yang menentang perintah bersujud kepada manusia tersebut. Hal ini disebabkan karena iblis diciptakan Allah dari api (naar).
2. DALIL NAQLI IMAN KEPADA MALAIKAT
Sebagai rukun iman yang kedua, iman kepada Malaikat ini memiliki landasan (dalil) dalam pengambilan hukumnya. Di antara dalil yang menunjukkan adanya kewajiban iman kepada Malaikat antara lain :
a. Q.S Al-Baqarah 285:
Artinya: “Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah , malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami taat." (Mereka berdoa): "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali."
b. QS AT Tahrim 6
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
c. Q.S An-Nisa’ ayat 136:
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.
- Hadits
خلقت الملآئكت من نور وخلق الجان من مارج من نار وخلق ادم مما وصف لكم ( رواه البخاري )
“Malaikat itu diciptakan dari cahaya sedangkan jin dari nyala api dan adam diciptakan dari apa yang telah diterangkan pada kamu semua”. (dari tanah). (H.R. Muslim dan Aisyah).
Asal Penciptaan Malaikat
Allah Ta`ala menciptakan malaikat dari cahaya. Hal tersebut sebagaimana terdapat dalam hadits dari Ummul Mu`minin `Aisyah radhiyallah `anha, dia mengatakan bahwasanya Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda: “Malaikat diciptakan dari cahaya.” (HR. Muslim)
Jumlah Malaikat
Jumlah mereka sangat banyak. Hanya Allah saja yang tahu berapa banyak jumlah mereka. Allah Ta`ala berfirman yang artinya: “Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri.” (QS. Al-Muddatstsir: 31) Ketika Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallammelakukan Isra` Mi`raj, berkata Jibril `alaihis salam kepada beliau: “Ini adalah Baitul Ma`mur. Setiap hari shalat di dalamnya 70 ribu malaikat. Jika mereka telah keluar, maka mereka tidak kembali lagi…. ” (Muttafaqun `alaihi)
Allah Ta`ala menciptakan malaikat dari cahaya. Hal tersebut sebagaimana terdapat dalam hadits dari Ummul Mu`minin `Aisyah radhiyallah `anha, dia mengatakan bahwasanya Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda: “Malaikat diciptakan dari cahaya.” (HR. Muslim)
Jumlah Malaikat
Jumlah mereka sangat banyak. Hanya Allah saja yang tahu berapa banyak jumlah mereka. Allah Ta`ala berfirman yang artinya: “Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri.” (QS. Al-Muddatstsir: 31) Ketika Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallammelakukan Isra` Mi`raj, berkata Jibril `alaihis salam kepada beliau: “Ini adalah Baitul Ma`mur. Setiap hari shalat di dalamnya 70 ribu malaikat. Jika mereka telah keluar, maka mereka tidak kembali lagi…. ” (Muttafaqun `alaihi)
3. NAMA DAN TUGAS MALAIKAT
Malaikat merupakan ciptaan Allah yang berwujud sebagai makhluk halus dan ghaib, sehingga Malaikat bersifat abstrak dan immaterial. Jumlah malaikat tidak terbatas, tetapi yang wajib diimani berjumlah 10, yaitu :
No
|
Nama Malaikat
|
Tugas
|
1
|
Jibril
|
Menyampaikan wahyu
|
2
|
Mikail
|
Membagi rejeki
|
3
|
Izrail
|
Pencabut nyawa
|
4
|
Israfil
|
Peniup sangkakala
|
5
|
Raqib
|
Pencatat amal baik
|
6
|
Atid
|
Pencatat amal jelek
|
7
|
Munkar
|
Penanya orang mati
|
8
|
Nakir
|
Penanya orang mati
|
9
|
Malik
|
Penjaga neraka
|
10
|
Ridwan
|
Penjaga surga
|
- KEDUDUKAN MANUSIA DAN MALAIKAT
Antara manusia dengan malaikat terdapat hubungan yang sangat erat. Kedua ciptaan Allah tersebut telah diciptakan Allah sejak dahulu kala. Di samping itu, antara manusia dengan malaikat terdapat persamaan dan perbedaan. Di antara persamaan dari kedua makhluk tersebut adalah :
a. Sama-sama makhluk Allah
b. Sama-sama berkewajiban menyembah kepada Allah
c. Sama-sama memiliki akal
Sedangkan perbedaan antara manusia dengan malaikat adalah:
No
|
Manusia
|
Malaikat
|
1
|
Diciptakan dari tanah
|
Diciptakan dari cahaya
|
2
|
Berjenis kelamin
|
Tidak berjenis kelamin
|
3
|
Memiliki nafsu
|
Tidak memiliki nafsu
|
4
|
Bisa dilihat (makhluq kasar)
|
Tidak bisa dilihat (makhluq halus)
|
5
|
Akalnya bersifat dinamis
|
Akalnya bersifat statis
|
6
|
Tidak terjaga dari dosa
|
Terjaga dari dosa
|
- HIKMAH IMAN KEPADA MALAIKAT
Kewajiban beriman kepada Malaikat ini memiliki beberapa hikmah yang sangat berguna bagi kehidupan manusia. Di antara hikmahi tersebut adalah :
a. Meningkatkan keimanan manusia kepada Allah, mengingat Malaikat merupakan salah satu ciptaan-Nya
b. Membentuk jiwa seorang muslim yang benar-benar bertakwa kepada Allah, karena iman kepada Allah dan iman kepada Malaikat merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan
c. Mendorong manusia untuk senantiasa bertindak hati-hati, karena dia menyadari bahwa setiap perbuatannya selalu diawasi oleh para Malaikat
d. Mendorong manusia untuk selalu meningkatkan amal baik, karena manusia menyadari bahwa sekecil apapun tindakan baiknya akan dicatat oleh Malaikat
e. Menghindarkan diri manusia dari perbuatan tercela yang akan menurunkan martabat dan derajat dari manusia itu sendiri
- TANDA-TANDA PERILAKU BERIMAN KEPADA MALAIKAT
Sebagai muslim yang memiliki iman kepada Malaikat, seseorang akan menunjukkan beberapa perilaku yang mengindikasikan dari rasa keimanannya itu sendiri. Di antara tanda-tanda perilaku dari orang yang beriman kepada Malaikat antara lain :
a. Bertindak hati-hati dalam berperilaku keseharian
b. Memiliki kepedulian social dalam hidup dengan masyarakat sekitar
c. Perilaku yang ditampilkan mampu menjadi suri tauladan bagi lingkungannya
d. Selalu berusaha untuk memperbaiki diri sendiri dari waktu ke waktu
e. Berpikiran positif terhadap berbagai kejadian yang terjadi sekitarnya
Langganan:
Komentar (Atom)
